Berikut adalah email balasan saya di mailing list id-mac mengenai hal tersebut.
Apple tanpa Steve Jobs antara tahun 1985 - 1996 tidak bisa dibandingkan dengan Apple sekarang karena dulu mereka hanya bergantung kepada Apple II dan Macintosh dan saat itu harga produk mereka sangat2 tinggi untuk sebuah komputer. Selain itu mereka dulu belum punya signature product yang bisa menjadi basis perkembangan ke masa depan. Dalam sebelas tahun mereka tidak punya fokus dan arah yang jelas mau ke mana.
Sepeninggal Jobs, Apple, dengan penjualan komputer yang kurang bisa ditingkatkan, ditambah dengan tim manajemen yang tidak solid, kelimpungan mencari jalan melawan Microsoft & pembuat PC lain. Sering Apple meluncurkan konsep tanpa produk yang jelas, dukungan yang pasti, atau timing yang tepat seperti Macintosh XL, Macintosh Office, kamera QuickTake, HyperCard platform, Mac clones, dan yang terakhir, Newton. Apalagi di dalam keluarga desktop Macintosh sendiri sering ada percampuran produk yang namanya berbeda tapi isinya sangat mirip, ditambah penamaan produk yang penuh penomeran yang kurang jelas sehingga ada kerancuan di mata publik.
10 tahun di bawah John Sculley, Apple berjalan dengan cruise control menikmati gelombang Apple II dan Macintosh that finally came crashing down in 1993. CEO baru Michael Spindler bukannya mencari cara untuk membangkitkan Apple tapi sibuk menawarkan Apple untuk dijual ke perusahaan2 seperti AOL, Oracle, dll. Konsep produk saat itu memang sangat banyak dan sangat kreatif termasuk sebuah tablet yang fungsinya menyerupai iPod touch, namun tidak ada inovasi yang menghasilkan produk konsumen yang berhasil kecuali PowerBook. Walaupun PowerBook di awal tahun '90an menjadi bintang Apple, tidak cukup untuk menopang produk lain yang jumlah dan variasinya sama sekali tidak beraturan.
BoD Apple memutuskan untuk mengganti Spindler dengan Gil Amelio yang ternyata hanya bertahan 300 hari namun berhasil menyelamatkan Apple dengan "pembelian" NeXT milik Steve Jobs. Kenapa "pembelian"? Karena Apple praktis tidak membeli NeXT tapi membiarkan dirinya diambil alih sepenuhnya oleh tim executive NeXT.
Sejak Steve Jobs kembali, yang dirampingkan dan diorganisir ulang bukan hanya jumlah dan jenis produk tapi cara pemikiran manajemen (dan tim manajemen itu sendiri). Dimulai dari iMac, Macintosh dipangkas menjadi hanya 4 model, iMac, iBook, Power Mac dan PowerBook. Setelah itu sukses, muncullah iPod. Di saat yang sama, Apple merubah diri dari perusahaan yang bergantung murni kepada variasi hardware menjadi perusahaan yang bergantung kepada penyempurnaan sistem operasi untuk diimplementasikan di berbagai macam produk konsumen.
Kalau dilihat sekarang, seluruh produk garis depan Apple menggunakan variasi dari OS X, baik itu Mac, iPhone, Apple TV, maupun iPod. Dulu kabarnya iPod classic dan nano sejak 2007 juga menggunakan varian OS X tapi belum pernah lihat kepastiannya.
Dengan penamaan dan jajaran produk yang jelas, tim manajemen yang lebih terfokus, Board of Directors yang lebih bervariasi, strategic partnership dengan perusahaan2 seperti Yahoo, Cisco, Microsoft & Google dan kembalinya kepercayaan publik kepada Apple, Apple bangkit dari perusahaan yang setiap tahun sejak didirikan dinyatakan akan bangkrut oleh semua jurnalis mainstream dan banyak di kalangan jurnalis teknologi, ke satu dari dua perusahaan teknologi global yang berhasil melalui dot com bust di tahun 2002-2003 tanpa mengalami penurunan pendapatan (satu lagi Dell) dan dapat mengatasi resesi baru-baru ini dengan efek cukup minimal.
Tim senior Apple semakin hari semakin diperlihatkan kepada publik, mulai dari Jonathan Ive, Phil Schiller, Scott Forstall, Bertrand Serlet, Tim Cook, Peter Oppenheimer, semua adalah ahli di bidangnya masing-masing dan berpotensi dan bahkan sering menggantikan Jobs untuk keperluan-keperluan tertentu. Cook dan Oppenheimer untuk keperluan operasi dan finansial, Forstall & Schiller untuk presentasi publik, Ive & Serlet untuk penjelasan design dan teknis. Belum lagi Mark Papermaster utnuk engineering hardware dan Ron Johnson, mantan jendral di Target yang berhasil membawa Apple sebagai raja industri retail melalui AppleStore di seluruh dunia.
Semua mengerti posisi dan arahan yang perlu dijalankan sehingga seorang Steve Jobs hanya perlu membuat kerangka atau ide, tidak lagi berkutat di lab produk seperti dulu.
Sekarang Apple sudah dua kuartal berjalan tanpa campur tangan Jobs seperti tahun-tahun sebelumnya. Di bawah kendali COO Tim Cook, Apple terus berkembang dengan pendapatan yang tetap meningkat, produk yang semakin solid, pipeline produk yang tetap meyakinkan, dan nilai saham yang terus menanjak.
Untuk reaksi pasar terhadap kondisi Steve Jobs saat ini, believe it or not, banyak yang berharap dia tidak kembali ke posisi CEO full time demi kesehatannya. Seseorang yang baru 2 bulan melalui operasi transplantasi hati tidak bisa begitu saja kembali bekerja full time. Saat Steve Jobs mulai cuti di Januari 2009, nilai saham Apple di bawah $80 per lembar, sekarang mendekati $140. Apple is doing very well without Steve Jobs at the captain's chair.
LA Times
http://www.latimes.com/features/health/la-fi-stevejobs21-2009jun21,0,1193616.story
Google News
http://www.google.com/news/more?pz=1&ned=us&ncl=d2q5tPPGDMkB00MrtiWaL_snw0Y0M&topic=b
Joe Wilcox
http://www.joewilcox.com/2009/06/steve-jobs-return-is-still-vaporware/
Comments [2]
Breaking news this morning as I just woke up. Apple CEO Steve Jobs announced that he was taking a five month sick leave and handing over his roles to COO Tim Cook.
Back in December Apple announced its final year at Macworld Expo and that Phil Schiller was going to do the keynote speech, traditionally done by Steve Jobs every year since 1997. This sparked a flurry of speculation over his health and Apple's stock took a beating but at that moment was unfounded.
Last week's letter from Jobs explained that he decided against preparing for Macworld Expo to spend more time with the family but he also said,
I will be the first one to step up and tell our Board of Directors if I can no longer continue to fulfill my duties as Apple's CEO. I hope the Apple community will support me in my recovery and know that I will always put what is best for Apple first
In order to take myself out of the limelight and focus on my health, and to allow everyone at Apple to focus on delivering extraordinary products, I have decided to take a medical leave of absence until the end of June.
Comments [4]
Comments [0]